Tips Kesehatan Djamoelogy Bagi Bagi Jamu Di Bulan Ramadhan

Tips Kesehatan Salah satu olahan tradisional yang masih menjadi alternatif pengobatan alami di Indonesia adalah mengkonsumsi jamu. Tidak hanya bermanfaat untuk pengobatan, jamu diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat berpuasa. Dengan mengkonsumsi ramuan herbal selama bulan puasa, sistem kekebalan tubuh akan tetap terjaga dan tubuh akan tetap fit. Apalagi untuk menyambut Ramadhan, penting bagi umat Islam untuk mempertahankan daya tahannya.

Namun di era sekarang ini, keberadaan jamu di masyarakat mulai lenyap. Masyarakat, terutama kaum muda sering mengabaikan keberadaan jamu. Keberadaan Jamu Gendong sudah jarang ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta. Orang cenderung memilih minuman lain yang lebih “modern” seperti jus dingin dibandingkan dengan mengkonsumsi jamu.┬áTips Kesehatan

Berdasarkan hal tersebut, kampanye sosial Djamoelogy dibentuk. Djamoelogy adalah wadah yang bertujuan untuk membangun kembali keberadaan jamu di masyarakat. Guna mengembalikan kesadaran masyarakat tentang jamu, Djamoelogy mendidik melalui media sosial (Instagram). Dengan target utamanya, para pemuda, Instagram adalah platform yang tepat dalam menyampaikan berbagai informasi tentang jamu.

Selain mendidik melalui media sosial, Djamoelogy juga berkolaborasi dengan pengusaha herbal online berbasis di Jakarta untuk melakukan kegiatan takjil gratis untuk pejalan kaki di Jakarta. Didukung oleh Jamu Nyonya Adip, Jamoo Bakool dan Jamu Jiwo, pembagian takjil kali ini dalam bentuk jamu untuk berbuka puasa. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mendorong umat Islam dalam menjalankan puasa.

Untuk menyambut Ramadhan, Djamoelogy juga akan membagikan THR kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan takjil ini. Dengan mengupload takjil ke media sosial mereka, masyarakat mendapat kesempatan untuk memenangkan THR dari tim Djamoelogy.

Dengan mengkonsumsi ramuan herbal secara teratur selama berpuasa, tubuh akan merasa bugar dan kesehatan perut bisa terjaga. Selain itu, untuk menjaga agar bisul agar tidak mudah kambuh, ramuan bisa dikonsumsi saat makan dan pecah.

Meski ramuannya aman dikonsumsi saat berbuka atau subuh, ada beberapa jenis jamu yang perlu diperhatikan sebagai jenis Asam Kunyit dan Asam Jawa. Kedua ramuan tersebut diketahui memiliki kandungan asam tinggi. Sebab lebih baik dikonsumsi setelah makan untuk menjaga perut. Kunyit Asam juga bisa disajikan di sajian es untuk istirahat bersama keluarga.