Tips Kesehatan Baikah Minum Teh Manis Saat Buka Puasa

Tips Kesehatan Saat puasa Ramadhan, tubuh manusia akan kekurangan cairan. Padahal, lebih dari separuh tubuh manusia (60-70 persen) terbuat dari air. Pengurangan asupan air tentu bisa mempengaruhi sel dan saraf tubuh agar berfungsi optimal. Inilah alasannya, saat puasa penting untuk minum cairan sehat agar tidak terjadi dehidrasi secara efektif.

Dehidrasi juga bisa menimbulkan efek samping yang menyulitkan, seperti konstipasi, sakit kepala, pusing, kelelahan, dan kulit kering. Tips Kesehatan

Untuk secara efektif mengembalikan cairan tubuh saat berbuka puasa, perhatikan minuman yang harus dihindari di bawah ini, dikutip dari Emirates247, Rabu (31/5/2017).

1. Hindari kopi dan teh manis

Hindari minum teh dan kopi segera setelah putus. Kafein di dalamnya menyebabkan hilangnya cairan yang bahkan akan membuat Anda lebih haus, apalagi jika sudah diberi minuman gula.

Apalagi teh manis atau makanan bergula lainnya bisa dicerna dengan sangat cepat. Ini akan membuat Anda merasa lapar lagi.

Perlu diingat juga, minum terlalu banyak air juga tidak dianjurkan. Terlalu banyak cairan yang masuk dengan perut kosong bisa melarutkan asam lambung dan menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan.

2. Hindari minuman ringan

Pada malam hari, meski tidak tepat setelah berbuka puasa, usahakan jangan sampai minum soft drink. Sebaiknya hindari minuman berkarbonasi selama bulan Ramadhan.

Minum soda di bulan puasa bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa kenyang (begah). Ini juga akan mengurangi kualitas pencernaan.

Air adalah yang terpenting

Air putih adalah cairan yang paling penting untuk mengobati rasa haus dan mencegah dehidrasi selama bulan Ramadhan. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak cukup minum air putih saat melakukan pemogokan.

Belum lagi, minuman lain yang mengandung gula bisa membuat Anda mengonsumsi kalori ekstra.

Selain air, pilihan lain yang bisa Anda minum adalah buah segar, jus buah, dan sayuran dengan kadar air tinggi.

Air kelapa muda juga merupakan sumber elektrolit yang baik, mengandung gula sederhana dan mineral yang bisa mengembalikan kekurangan cairan tubuh. Buah dan sayuran seperti nanas, tomat, mentimun, jeruk, blewah, dan bawang juga efektif membantu mengurangi panas tubuh akibat kekurangan cairan.