CROWN-NEW-527x65 gadingpoker-728x90 kartuking SARANA-728x90 simpatiqq ebobet ASUSWIN ebototo fafafaqq idolatoto asuspoker pasang iklan

Jokowi Ingin Corona Turun di Mei, Ini Syarat Penting untuk Mewujudkan

Jokowi Ingin Corona Turun di Mei, Ini Syarat Penting untuk Mewujudkan

Idolatoto – Presiden RI Joko Widodo menargetkan kurva kasus COVID-19 di Indonesia akan menurun di bulan Mei hingga menjadi posisi ringan di bulan Juli. Maka dari itu, dirinya meminta seluruh jajaran baik aparat negara beserta elemen masyarakat dapat bekerja sama mewujudkannya.

Jokowi Ingin Corona Turun di Mei, Ini Syarat Penting untuk Mewujudkan


“Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai, sesuai target yang kita berikan yaitu, kurvanya harus turun, dan masuk pada posisi sedang di bulan Juni, dan bulan Juli masuk pada posisi ringan, dengan cara apapun, dan itu dilakukan tidak hanya dengan Gugus Tugas COVID-19, tapi seluruh elemen bangsa,” ungkap Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (6/5/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, menilai kecil kemungkinan kurva menurun di bulan Mei. Karena laporan penambahan kasus Corona di Indonesia masih tinggi.

“Sekarang sudah masuk Mei kan masih meningkat, kasus barunya sekarang kan antara 400. Nah itu kemampuan lab-nya sekarang ini masih terbatas masih 34 lab, jadi kalau ditingkatkan jumlah lab-nya pasti meningkat terutama luar provinsi Jakarta,” ungkap dr Tri saat dihubungi detikcom pada Rabu (6/5/2020).

Meski begitu menurutnya ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan untuk segera menurunkan wabah Corona di Indonesia secepat mungkin.

1. Deteksinya tidak terhambat
Deteksi Corona dinilai dr Tri masih lambat. Perlu untuk meningkatkan kemampuan deteksi ini agar menekan penyebaran Corona di Indonesia.

“Sekarang masih terjadi delay 5 sampai 7 hari, apalagi di provinsi mungkin ada yang sampai 10 hari, kabupaten juga ada yang 10 hari, tapi rata-rata 5-7 hari, deteksinya seharusnya tidak terlambat, maksimal 2 hari,” ungkapnya.

2. Isolasi kasus
Disebutkan hanya 3 ribu kasus Corona positif yang menjalani perawatan di rumah sakit. Hal ini disinggung dr Tri agar menjadi pengawasan ketat.

“Semua isolasi kasus baik yang di rumah sakit atau di rumah isolasi kasus dilakukan dengan baik. Sekarang ini isolasi di rumah yang lebih banyak dari kasusnya, jadi kalau sekarang ada 11 ribu kasus, itu berapa yang dirawat sedikit sekali bayangin 3 ribuan dirawat di RS, sisanya ada di rumah begitu,” tuturnya.

“Jadi isolasi yang di rumah ini harus benar-benar isolasi, saya nggak jamin semua kasus yang diisolasi di rumah dilakukan dengan baik. Kalau nggak diisolasi dia bisa menularkan kepada orang lain,” lanjutnya.

3. Contact tracing lengkap
Contact tracing lengkap pun dinilai dr Tri menjadi hal penting dalam menekan kasus penyebaran Corona di Indonesia.

“Dilakukan contact tracing lengkap, jadi kasus dilakukan contact tracing terhadap semua kasus yang ada harian itu 400-an harus ditracing, kemudian tanyakan kontaknya berapa dari setiap kasus, kalau nggak lengkap kemungkinan ada penularan orang lain,” kata dr Tri.

“Kalau nggak lengkap ternyata di daerah itu banyak contact tracing yang dilakukan karena penolakan, jadi kemudian saya bilang pokoknya kalau ditolak upayakan dari RT-nya atau tetangganya, pasti bisa dilakukan contact tracing,” ungkapnya.

4. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Perlunya tindakan PSBB yang tegas untuk membuat kurva kasus Corona dengan cepat menurun. dr Tri menilai hal ini adalah upaya yang tak kalah penting untuk cepat mengatasi wabah Corona di Indonesia.

“Jadi PSBB sebenarnya adalah modifikasi dari social distancing sedang atau social distancing berat, kalau berat yang hanya boleh keluar adalah kalau dia mau beli obat atau beli makanan itu baru boleh keluar, kalau sedang itu masih boleh keluar,” jelasnya.

“jadi PSBB itu modifikasi antara berat dan sedang, tapi nggak berat, nah ini karena harapannya kalau misalnya menerapkan lockdown social ditancing berat yang tidak memperbolehkan keluar dan masuk, jadi otomatis kegiatan ekonominya bisa jadi 0 bahkan negatif,” pungkasnya.

5. Turun jadi 200 kasus perhari
Terakhir ia menjelaskan bahwa kasus Corona bisa dianggap menurun jika laporan penambahan kasus menjadi 200 kasus perhari. “Diharapkan penurunan kasusnya turun jadi 200an, kalau 300-400 masih banyak,” bebernya.

Dengan catatan tentunya, pemeriksaan tetap dilakukan dan menjangkau sebanyak mungkin warga.

Slot Online
Togel Terpercaya
Agen Bola SBOBET
Link Alternatif IDOLATOTO
Permainan Tembak Ikan
Situs Casino Live

crownsob303.net- Selamat Datang Di crownsbo303.net. Situs Online Agen Judi Bola Terpercaya
Agen Bola Tepercaya Situs Judi Online Casino Online Daftar SBOBET Daftar Judi Online Agen Judi Online Agen Bola Tepercaya Main Casino Online Uang Asli Crown303 daftar poker online